Positivistik dan empirik ciri utama modernitas, beranggapan: Agama hanyalah sisa-sisa dari pengalaman masa kecil manusia yang terus dibawa setelah dewasa. Pada kepribadian yang dewasa, kesetiaan pada agama adalah tanda patologi, kemampuan berpikir logis yang rendah. Tuhan tidak ada karena tidak bisa diamati baik oleh mikroskop maupun teleskop.
Ini: Akibat logis modernisasi yang dilakukan Barat sejak abad Renaissans. Modernisme menghendaki pembedaan yang tegas antara agama dengan masalah kehidupan duniawi, seperti ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan lainnya, di mana pada gilirannya modernisme melahirkan paham sekuler yang menghendaki adanya pemisahan antara urusan-urusan agama dan masalah kehidupan.